Senin, 24 Januari 2011

BAHAN AJAR kimia Tata nama senyawa, persamaan reaksi dan stoikiometri

BAHAN AJAR kimia

Tata nama senyawa, persamaan reaksi dan stoikiometri

Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI IPA / Ganjil






DISUSUN OLEH:
Drs. Wasir Nuri
Yoza fitriadi


PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 TALANG EMPAT
2011 

STANDAR KOMPETENSI



KOMPETENSI DASAR



INDIKATOR










TUJUAN PEMBELAJARAN









Tata nama senyawa dan persamaan reaksi


A. TATA NAMA SENYAWA
Tata nama senyawa merupakan aturan pemberian nama senyawa. Penamaan senyawa pertama kali berdasarkan beberapa hal, seperti nama penemunya, nama tempat, atau sifat tertenru darisenyawa yang bersangkutan. Namun, penamaan seperti ini tidaklah digunakan lagi karena terlalu sulit menghafalkan jutaan senyawa dengan nama berdiri sendiri tanpa hubungan antara yang satu dengan yang lainnya.
System tata nama yang sekarang ini digunakan adalah berdasarkan rumus kimia yang menunjukkan komposisi unsure-unsur penyusunnya

1. PENAMAAN SENYAWA BINER
a. Penamaan senyawa biner logam dan non logam
Pada umumnya senyawa biner dari logam dan nonlogam merupakan senyawa ion. Senyawa biner logam dan nonlogam bersifat netral, artinya besar muatan kation dan anion adalah sama atau jumlah muatannya adalah nol. Misalnya pada senyawa NaCl, satu ion Na+ bergabung dengan satu ion Cl-. Yang termasuk kedalam senyawa biner logam dan nonlogam adalahh senyawa garam dan oksida garam (oksida basa)
1). Senyawa garam
Senyawa garam diperoleh dari reaksi antara asam dengan basa. Secara umum senyawa garam dirumuskan sebagai berikut:


Senyawa garam tersebut dibentuk dari ion logam Ly+ dan ion sisa asam Ax- membentuk senyawa garam LxAy
Aturan penulisan dan penamaan senyawa biner logan dan nonlogam ini adalah sebagai berikut:
a) Penulisan rumus senyawa, kation di depan dan anion di belakang. Contoh: KBr
b) Logam yang hanya mempunyai satu bilangan oksidasi, penamaan senyawanya adalah nama ion logam di depan dan nama ion nonlogam di belakang. Logam yang seperti ini adalah logam alkali (IA), alkali tanah (IIA), dan aluminium. Contoh: natrium klorida
c) Logam yang mempunyai beberapa bilangan oksidasi, penamaan senyawanya adalah nama ion logam di depan, disertai dengan menuliskan bilangan oksidasi dengan angka romawi dalam tanda kurung, dan nama ion nonlogam di belakang. Contoh: besi(II) oksida
2). Oksida logam (oksida basa)
Oksida logam merupakan oksida pembentuk basa dalam air. Rumus umum oksida logam adalah sebagai berikut:


Senyawa oksida logam tersebut dibentuk dari ion logam Ly+ dan ion Ox- membentuk senyawa oksida logam.

b. Penamaan senyawa biner nonlogam-nonlogam
Senyawa biner nonlogam dan nonlogam merupakan senyawa kovalen. Partikel terkecil dari senyawa ini adalah molekul. penulisan dan aturan penamaan senyawa biner nonlogam dan nonlogam adalah sebagai berikut:
a) Untuk atom yang cenderung bermuatan positif atau bilangan oksidasi positif di tulis di depan dan atom yang cenderung bermuatan negative atau bilangan oksidasi negative ditulis di belakang.
b) Untuk senyawa nonlogam yang hanya membentuk satu senyawa, penamaannya adalah dengan menyebutkan nama kedua unsure tersebut dan unsure yang kedua diberi akhiran ida. Contoh: hydrogen klorida
c) Untuk senyawa nonlogam yang dapat membentuk dua atau lebih senyawa, penamaannya seperti penamaan diatas, tetapi masing-masing diberi awalan yang menyatakan jumlah atom tiap unsure dan diakhiri dengan ida. Awalan tersebut merupakan angka indeks bahasa Yunani. Awalan tersebut adalah sebagai berikut:
d) Senyawa yang sudah umum dan terkenal tidak mengikuti aturan diatas. Contoh: H2O = air dan NH3 = ammonia. Yang termasuk kedalam senyawa biner nonlogam dan nonlogam adalah senyawa asam nonoksi dan oksida nonlogam.

2. PENAMAAN SENYAWA POLIATOM
Senyawa poliatom adalah senyawa yang disusun oleh lebih dari dua jenis unsure. Senyawa poliatom ada yang merupakan senyawa ionic dan senyawa kovalen.
a. Senyawa poliatom ionic
Senyawa poliatom onik adalah senyawa poliatom yang partikel terkecilnya merupakan ion. Senyawa poliatom ionic terdiri dari kation dan anion. Yang termasuk ke dalam senyawa ini adalah senyawa garam poliatom dan senyawa basa.
b. Senyawa poliatom kovalen
Senyawa poliatom kovalen adalah senyawa poliatom yang partikel terkecilnya adalah molekul. Yang termasuk ke dalam senyawa poliatom kovalen adalah senyawa asam oksi.

3. TATA NAMA SENYAWA ORGANIC
Senyawa organic dapat berupa golongan alkana seperti golongan metana dengan rumus kimia CH4, golongan alkanol seperti etanol dengan rumus kimia C2H5OH, serta golongan asam alkanoat seperti asam etanot atau asam asetat dengan rumus kimia CH3COOH.



Nama-nama senyawa alakana
Jumlah Atom C Rumus Senyawa Nama
1 CH4 Metana
2 C2H6 Etana
3 C3H8 Propane
4 C4H10 Butane
5 C5H12 Pentane
6 C6H14 Heksana
7 C8H16 heptana

B. PERSAMAAN REAKSI
1. PERSAMAAN REAKSI
Persamaan reaksi menggambarkan zat-zat yang bereaksi (pereaksi = reaktan) dan hasil reaksi (produk), wujud reaktan dan hasil reaksi, perbandingan jumlah partikel reaktan dan hasil reaksi (dinyatakan oleh koefisien), serta arah reaksi (tanda anak panah).

2. LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PERSAMAAN REAKSI
Dalam penulisan persamaan reaksi biasanya diperlukan tiga langkah walaupun langkah pertama sering tidak dituliskan. Ketiga langkah tersebut adalah sebagai berikut:
Langkah pertama : nama-nama reaktan dan hasil kali reaksi dituliskan.
Langkah kedua : tuliskan persamaan reaksi dengan menggunakan lambang-lambang, yaitu rumus-rumus kimia zat dan wujud reaksi.
Langkah ketiga : setarakan persamaan kerangka tersebut sehingga diperoleh persamaan reaksi setara yang disebut persamaan kimia.

3. PENYETARAAN PERSAMAAN REAKSI
Penyetaraan persamaan reaksi adalah sesuai dengan hokum kekekalan massa Lavoisier dan teori atom Dalton. Menurut hokum Lavoisier pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Artinya jumlah dan jenis atom di ruas kiri (reaktan) sama dengan jumlah atom di ruas kanan (produk). Sesuai teori atom Dalton, dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang atau tercipta, yang terjadi hanyalah penataan ulang atom-atom reaktan membentuk susunan baru yaitu pruoduk.

4. TAHAP-TAHAP PENYETARAAN REAKSI
a. Tuliskan persamaan kerangka, yaitu persamaan reaksi yang belum setara, dengan reaktan di ruas kiri dan hasil reaksi di ruas kanan.
b. Tetapkan koefisien zat/ senyawa yang lebih rumit adalah Satu.
c. Setarakan reaksi dengan mengatur koefisien reaktan da hasil reaksi yang lain.
Contoh:
1) Setarakanlah persamaan reaksi berikut!
Al(s) + O2(g) Al2O3(s)
Jawab:
Langkah 1: tetapkan koefisien Al2O3 = 1
Langkah 2: setarakan atom Al. Atom Al di ruas kanan sebanyak 2 sehingga koefisien Al di ruas kiri adalah 2
Langkah 3: setarakan atom O. Atom O disebelah kanan sebanyak 3 sehingga koefisien O2 di ruas kiri adalah 3/2
Maka persamaan reaksi yang setara adalah sebagai berikut:
2Al(s) + 3/2 O2(g)  Al2O3(s)
Agar koefisien tidak terbentuk bilangan pecahan, ruas kiri dan ruas kanan dikali 2 sehingga diperoleh persamaan reaksi yang setara dengan koefisien bilangan bulat sebagai berikut:
4Al(s) + 3O2(g)  2Al2O3(s)


UJI KOMPETENSI
Pilihan ganda
Berilah tanda silang huruf a,b,c,d atau e pada jawaban yang paling benar!

1. Rumus empiris adalah . . .
a. Jenis dan jumlah yang sesungguhnya atom-atom yang menyusun suatu molekul.
b. Jenis dan jumlah perbandingan yang paling sederhana dari partikel penyusun suatu zat.
c. Komposisi dari partikel penyusun suatu zat.
d. Rumus kimia yang terbentuk dari senyawa yang terdiri dari dua unsur saja.
e. Rumus kimia yang terbentuk dari senyawa yang tersusun dari gabungan ion.

2. Di bawah ini beberapa aturan dalam penulisan rumus kimia kecuali . . .
a. Rumus empiris suatu zat dapat identik dengan rumus molekulnya.
b. Rumus molekul dapat merupakan penggandaan dari rumus empirisnya.
c. Suatu zat dapat memiliki rumus empiris, tetapi tidak mempunyai rumus molekul.
d. Rumus kimia senyawa yang terbentuk dari gabungan ion didahului anion kemudian kation.
e. Jumlah masing-masing ion di dalam satuan rumus kimia senyawa ion mempunyai muatan yang netral.

3. Rumus empiris dari glukosa yaitu . . . .
a. CH2O d. C6H12O6
b. CH7O4 e. C12H22O11
c. C2H7O

4. Di bawah ini yang bukan merupakan rumus molekul yaitu . . . .
a. HCl d. H2O
b. NaCl e. C3H8
c. CH4

5. Berikut ini yang merupakan rumus empiris yaitu . . . .
a. C6H12O6
b. (C2H4O2)3
c. 3C2H4O2
d. CH2O
e. (CH2O)6

6. Di dalam dua molekul gula pasir C12H22O11 terdapat . . . .
a. 12 molekul karbon
b. 44 molekul hidrogen
c. 11 molekul oksigen
d. 22 molekul hidrogen
e. 33 molekul oksigen

7. Apabila tiga molekul senyawa mengandung 6 atom C, 21 atom H dan 3 atom O maka rumus empiris dan rumus molekulnya yaitu . . . .
a. C6H21O3 dan C2H7O
b. C6H21O3 dan C6H12O3
c. C2H7O3 dan C2H7O3
d. C2H7O dan C6H21O3
e. CH7O dan C6H12O3

8. Pernyataan yang benar yaitu . . .
a. Air terdiri atas ion-ion air.
b. Gas oksigen terdiri atas molekulmolekul oksigen.
c. Besi terdiri atas molekulmolekul besi.
d. Natrium klorida terdiri atas molekul-molekul natrium klorida.
e. Gas nitrogen terdiri atas atom atom nitrogen.

9. Lambang atom yang benar untuk emas, perak, timbal, raksa, platina berturut-turut yaitu . . . .
a. Au, Ag, Pb, Hg, Pt
b. Ag, Au, Pb, Hg, Pt
c. Ag, Au, Hg, Pb, Pt
d. Au, Ag, Pb, Pt, Hg
e. Ag, Au, Hg, Pt, Pb

10. Fe, B, K, Ca, P berturut-turut merupakan lambang unsur dari . . . .
a. besi, boron, kalsium, kalium, fosfor
b. besi, boron, kalsium, kalium, fosfat
c. besi, boron, kalium, kalsium, fosfor
d. besi, boron, kalium, kalsium, fosfat
e. seng, boron, kalsium, kalium, fosfor

11. Unsur-unsur berikut tergolong logam kecuali . . . .
a. Ca d. Fe
b. Al e. Cl
c. Mg

12. Partikel terkecil dari gas oksigen yaitu . . . .
a. atom oksigen
b. ion oksigen
c. molekul oksigen
d. unsur oksigen
e. senyawa oksigen

13. Jika ditentukan ion-ion Ca2+, Al3+, NH4+, S2–, PO33– dan Cl3 –. Rumus kimia yang benar yaitu . . . .
a. Ca3(PO4)2
b. ClAl
c. Ca2NH4
d. Al3Cl3
e. PO3S2

14. Di antara senyawa berikut yang mempunyai jumlah atom oksigen terbanyak yaitu . . . .
a. 2 molekul asam fosfat H3PO4
b. 2 molekul asam asetat CH3COO
c. 2 molekul asam sulfat H2SO4
d. 2 molekul kalsium nitrat Ca(NO3)2
e. 2 molekul asam nitrat HNO3

15. Nama yang tidak sesuai dengan rumus kimianya yaitu . . . .
a. N2O4 = Dinitrogen tetraoksida
b. CS2 = karbon disulfida
c. Fe2S3 = Difero trisulfida
d. AlCl3 = Aluminium klorida
e. Al2(SO4)3 = Aluminium sulfat

16. Senyawa H3PO4 mempunyai nama ....
A. asam sulfat D. asam posfat
B. asam sulfit E. asam posfit
C. asam karbonat

17. Senyawa yang mempunyai jumlah atom paling banyak adalah ....
A. K3Co(NO2)3 D. CuSO3.5H2O
B. K4Fe(CN)6 E. Pb(NO3)2
C. Cu(NH3)4Cl

18. Senyawa aluminium hidroksida mempunyai rumus kimia ....
A. Al (OH) D. Al(OH)4
B. Al (OH)2 E. Al(OH)5
C. Al (OH)3

19. Jka ditentukan ion pembentuk senyawa yaitu : SO42–, PO43–, NO3–, NH4+, Fe2+,dan Al3+, maka rumus kimia senyawa yang benar adalah ....
A. Al3(NO3) D. FePO4
B. (NH3)(NO)4 E. Fe3(SO4)2
C. Al2(SO4)3

20. Nama yang benar untuk senyawa Cu2S adalah ....
A. tembaga (II) sulfida D. tembaga(II)sulfat
B. tembaga (I) sulfida E. tembaga sulfat
C. dikuprum monosulfida

21. Nama yang tidak sesuai dengan rumus kimia zat adalah ....
A. FeO = besi (II) oksida
B. K2O = dikalium oksida
C. Cu2S = tembaga (I) sulfida
D. Ca(NO3)2 = kalsium nitrat
E. Al(OH)3 = aluminium hidroksida

22. Asam dikromat mempunyai rumus kimia ....
A. H2Cr D. HCr2O7
B. H2CrO4 E. HCr
C. H2Cr2O7

23. Perhatikan reaksi berikut: a Pb (NO3)2 b PbO + c NO2 + d O2. Agar reaksi tersebut setara, maka nilai a, b, c, dan d berturut-turut adalah ....
A. 2, 2, 1, 4 D. 2, 2, 4, 1
B. 3, 3, 1, 2 E. 3, 4, 2, 2
C. 1, 1, 2, 4

24. Persamaan reaksi setara antara gas hidrogen yang bereaksi dengan nitrogen membentuk amonia adalah ....
A. 3H + N2  2NH3 D. 3H2 + N2  2NH3
B. H2 + N  NH2 E. 3H + N  NH3
C. 4H2 + N2  2NH3

25. Pada reaksi: Cl2 + NaOH  NaCl + NaClO3 + H2O maka koefisien Cl2 sebesar ....
A. 5 D. 2
B. 4 E. 1
C. 3






STANDAR KOMPETENSI




KOMPETENSI DASAR





INDIKATOR




















TUJUAN PEMBELAJARAN











stoikiometri


A. HUKUM KEKEKALAN MASSA (HUKUM LAVOISIER)

Pernahkah Anda memperhatikan sepotong besi yang dibiarkan di udara terbuka, dan pada suatu waktu kita akan menemukan, bahwa besi itu telah berubah menjadi karat besi. Jika kita timbang massa besi sebelum berkarat dengan karat besi yang dihasilkan, ternyata massa karat besi lebih besar. Benarkah demikian?
Anda yang sering melihat kayu atau kertas terbakar, hasil yang diperoleh adalah sejumlah sisa pembakaran berupa abu. Jika Anda menimbang abu tersebut, maka massa abu akan lebih ringan dari massa kayu atau kertas sebelum dibakar.
Dari kejadian tersebut, kita mendapatkan gambaran bahwa seolah-olah dalam suatu reaksi kimia, ada perbedaan massa zat, sebelum dan sesudah reaksi. Antonie laurent lauvoiser (1743-1794) telah menyelidiki masa zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelum bereaksi kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata masa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Lavoisier menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut hukum kekekalan massa : “ Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”.
Dalam percobaannya Lavoiser memanaskan 530 gram logam merkuri dalam suatu wadah yang terhubung dengan udara dalam silinder ukur dalam suatu wadah tertutup. Volum udara dalam silinder ternyata berkurang sebanyak bagian, sedangkan logam merkuri berubah menjadi calx merkuri (oksida merkuri) dengan massa 572,5 gram, atau terjadi kenaikan massa sebesar 42,4 gram. Besarnya kenaikan massa ini ternyata sama dengan bagian 1 udara yang hilang. Ia menyadari 5 bagian udara tersebut ialah udara tanpa phlogiston yang telah bergabung dengan logam merkuri membentuk calx merkuri. Ia menamakan bagian udara tersebut sebagai oksigen




B. HUKUM PERBANDINGAN TETAP (HUKUM PROUST)

Pada tahun 1799, Joseph louis proust menemukan suatu sifat panting dari senyawanya, yang disebut hukum perbandingan tetap. Berdasarkan penelitian terhadap berbagai senyawa yang dilakukannya, proust menyimpulkan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. Senyawa yang sama, meskipun berasal dari daerah yang berbeda atau dibuat dengan cara-cara yang berbeda, ternyata mempunyai komposisi yang sama.
Tabel 01. Hasil Eksperimen Proust dalam air



Dari tabel di atas terlihat, bahwa setiap 1 gram gas hidrogen bereaksi dengan 8 gram oksigen, menghasilkan 9 gram air. Hal ini membuktikan bahwa massa hidrogen dan massa oksigen yang terkandung dalam air memiliki perbandingan yang tetap yaitu 1 : 8, berapapun banyaknya air yang terbentuk. Dari percobaan yang dilakukannya, Proust mengemukakan teorinya yang terkenal dengan sebutan, Hukum Perbandingan Tetap, yang berbunyi:


Contoh soal:
Jika kita mereaksikan 4 gram hidrogen dengan 40 gram oksigen, berapa gram air yang terbentuk?
Jawab:
Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen = 1 : 8.
Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen yang dicampurkan = 4 : 40.
Karena perbandingan hidrogen dan oksigen = 1 : 8, maka 4 gram hidrogen yang diperlukan 4 x 8 gram oksigen yaitu 32 gram.
Untuk kasus ini oksigen yang dicampurkan tidak bereaksi semuanya, oksigen masih bersisa sebanyak ( 40 – 32 ) gram = 8 gram. Nah, sekarang kita akan menghitung berapa gram air yang terbentuk dari 4 gram hidrogen dan 32 gram oksigen? Tentu saja 36 gram.
Ditulis sebagai H2 + O2 ==> H2O
Perbandingan Massa 1 gram : 8 gram 9 gram
Jika awal reaksi 4 gram 40 gram ….. gram?
Yang bereaksi 4 gram 32 gram 36 gram
Oksigen bersisa = 8 gram.

Latihan

1. Jika kita mereaksikan 4 g hidrogen dengan 40 g oksigen, berapa g air yang terbentuk?
2. Perbandingan unsur nitrogen dan unsur hidrogen pada pembentukan amonia sebesar 14 : 3. Jika 28 gram gas nitrogen dan 9 gram gas hidrogen direaksikan, maka tentukan:
a. massa amonia yang terbentuk;
b. zat yang tersisa dan banyaknya!

C. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA (HUKUM DALTON)
Hukum dasar yang ketiga dikemukakan oleh John Dalton dan dikenal dengan Hukum Kelipatan Berganda. Dalam senyawa, seperti air, dua unsur bergabung masing-masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk suatu senyawa. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda-beda. MIsalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2.
Dalton menyelidiki perbandingan unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa dan didapatkan suatu pola keteraturan. Pola tersebut dinyatakan sebagai hukum Perbandingan Berganda yang bunyinya:
“Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana”
Contoh:
Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O, NO,
N2O3, dan N2O4 dengan komposisi massa terlihat pada tabel berikut.

Tabel 03. Perbandingan Nitrogen dan oksigen dalam senyawanya.







Dari tabel tersebut, terlihat bahwa bila massa N dibuat tetap (sama), sebanyak 7 gram, maka perbandingan massa oksigen dalam:
N2O : NO : N2O3 : N2O4 = 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 ..: 4

D. HUKUM PERBANDINGAN VOLUME (GAY LUSSAC)
Pada awalnya para ilmuwan menemukan bahwa, gas Hidrogen dapat bereaksi dengan gas Oksigen membentuk air. Perbandingan volume gas Hidrogen dan Oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yakni 2 : 1. Kemudian di tahun 1808, ilmuwan Perancis, Joseph Louis Gay Lussac, berhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi dengan menggunakan berbagai macam gas.
Berikut adalah contoh dari percobaan yang dilakukan :


Tabel 05. Data Percobaan




Menurut Gay Lussac 2 volume gas Hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas Oksigen membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi pembentukan uap air, agar reaksi sempurna, untuk setiap 2 volume gas Hidrogen diperlukan 1 volume gas Oksigen, menghasilkan 2 volume uap air.
“ Semua gas yang direaksikan dengan hasil reaksi, diukur pada suhu dan rekanan yang sama atau (T.P) sama.”

Untuk lebih memahami Hukum perbandingan volume, Anda perhatikan, data hasil percobaan berkenaan dengan volume gas yang bereaksi pada suhu dan tekanan yang sama. Data hasil percobaan adalah sebagai berikut :
Tabel 06. Data Percobaan reaksi gas
Berdasarkan data percobaan pada tabel di atas, perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi, ternyata berbanding sebagai bilangan bulat. Data percobaan tersebut sesuai dengan Hukum perbandingan volume atau dikenal dengan Hukum Gay Lussac bahwa :
“ Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat “

E. HUKUM AVOGADRO
Pertanyaan yang timbul setelah Gay Lussac mengemukakan hukum perbandingan volume dapat dipecahkan oleh seorang ahli fisika Italia yang bernama Amadeo Avogadro pada tahun 1811.
Menurut Avogadro:
”Gas-gas yang volumenya sama, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan memiliki jumlah molekul yang sama pula”.

Oleh karena perbandingan volume gas hidrogen, gas oksigen, dan uap air pada reaksi pembentukan uap air = 2 : 1 : 2 maka perbandingan jumlah molekul hidrogen, oksigen, dan uap air juga 2 : 1 : 2. Jumlah atom tiap unsur tidak berkurang atau bertambah dalam reaksi kimia. Oleh karena itu, molekul gas hidrogen dan molekul gas oksigen harus merupakan molekul dwiatom, sedangkan molekul uap air harus merupakan molekul triatom. Perbandingan volume gas dalam suatu reaksi sesuai dengan koefisien reaksi gas-gas tersebut. Hal ini berarti bahwa, jika volume salah satu gas diketahui, volume gas yang lain dapat ditentukan dengan cara membandingkan koefisien reaksinya.

Jika volume gas H2 yang diukur pada suhu 25°C dan tekanan 1 atm sebanyak 10 L volume gas O2 dan H2O pada tekanan dan suhu yang sama dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut.
Volume H2 : Volume O2 = Koefisien H2 : Koefisien O2


Latihan :
1. Fosfor dan oksigen membentuk dua macam senyawa. Dalam 55 gram senyawa I terdapat 31 gram fosforus, sedangkan 71 gram senyawa II mengandung 40 gram oksigen. Tunjukkan bahwa kedua senyawa itu memenuhi hukum Dalton!
2. Lima liter gas asetilena dibakar sempurna sesuai persamaan reaksi berikut. 2 C2H2(g) + 5 O2(g) →4 CO2(g) + 2 H2O(g)
Pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan:
a. volume gas oksigen yang diperlukan
b. volume gas karbon dioksida yang dihasilkan
c. volume air yang dihasilkan
3. Pada penguraian sempurna 10 liter (T, P) suatu oksida nitrogen (NaOb) yang berupa gas dihasilkan 20 liter (T, P) gas nitrogen dioksida dan 5 liter (T, P) gas oksigen. Tentukan rumus molekul NaOb!

UJI KOMPETENSI

Pilihan ganda
Berilah tanda silang huruf a,b,c,d atau e pada jawaban yang paling benar!
1. Massa atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, dinyatakan oleh:
a. Lavoisier d. Dalton
b. Proust e. Gay Lussac
c. Avogadro


2. Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut....
A. Konsep atom
B. Model atom
C. Teori atom
D. Definisi atom
E. Sejarah atom

3. Pernyataan berikut yang bukan tentang teori atom Dalton adalah…
A. Atom adalah bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi
B. Atom tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
C. Atom dari unsur yang berbeda dapat bergabung membentuk senyawa
D. Reaksi kimia melibatkan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali atom-atom
E. Atom digambarkan sebagai roti kismis (E)

4. Kelemahan model atom Dalton adalah tidak dapat menerangkan…
A. Atom berelektron banyak
B. Hubungan larutan senyawa dengan daya hantar listrik
C. Elektron tidak jatuh ke inti
D. Susunan muatan positif dalam atom
E. Adanya lintasan elektron

5. Eksperimen yang mendukung untuk menjelaskan model atom adalah.........
A Penemuan tabung sinar katoda, model atom Thomson
B. Penemuan radio aktif, model atom Niels Bohr
C. Spektrum warna, model atom Rutherford
D. Penemuan elektron, model atom Rutherford
E. Penemuan teori fisika klasik, model atom Thomson

6. Konsep inti atom pertama kali dikemukakan oleh .........
A. Dalton
B. Thomson
C. Rutherford
D. Niels Bohr
E. Max Planck

7. Percobaan atau eksperimen yang mendasari model atau Rutherford adalah…
A. Tabung crookes
B. Tabung gas katoda
C. Percobaan tetes minyak
D. Penghamburan sinar alpha
E. Penembakan inti atom dengan partikel alpha

8. Percobaan spektrum warna dilakukan oleh…
A. Dalton
B. Thomson
C. Rutherford
D. Niels Bohr
E. Max Planck

9. Suatu contoh hukum perbandingan berganda Dalton adalah pembentukan pasangan senyawa …
a. H2O dan HCl d. CO2 dan NO2
b. CH4 dan CCl4 e. NH3 dan PH3
c. SO2 dan SO3

10. . Perbandingan massa atom dalam suatu senyawa adalah tetap. Pernyataan ini dikemukakan oleh…
a. Lavoisier d. Dalton
b. Avogadro e. Gay Lussac
c. Proust

11. . Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO dan NO2. Pada massa Oksigen yang sama, maka perbandingan massa unsur N pada kedua senyawa tersebut memiliki perbandingan … ( Ar N = 4 : O = 16 )
a. 1 : 2 d. 2 : 1
b. 2 : 3 e. 1 : 3
c. 3 : 2
12. . Diketahui reaksi : 2 C (s) + O2 (g)  2 CO (g)
Perbandingan massa unsur C dan massa unsur O dalam senyawa CO adalah …
a. 2 : 3
b. 3 : 2
c. 2 : 4
d. 3 : 4
e. 4 : 3

Jika 35 gram besi bereaksi dengan Belerang menghasilkan 55 gram besi (II) Belerang, menurut Hukum Proust, berat belerang ( Fe : S = 7 : 4 ) sebanyak….
a. 20 gram
b. 35 gram
c. 55 gram
d. 75 gram
e. 90 gram

13. . Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh…
a. Avogadro
b. Lavoisier
c. Proust
d. Gay Lussac
e. Dalton

14. . Persamaan reaksi : a C2H6 (g) + b O2 (g) c CO2 (g) + d H2O (g)
akan memenuhi Hukum Lavoisier, jika a, b, c, dan d berturut-turut….
a. 2, 4, 7, 6
b. 2, 7, 4, 6
c. 2, 6, 7, 4
d. 2, 4, 6, 7
e. 2, 6, 4, 7


15. . Perbandingan H : O = 1 : 8 , dalam senyawa air. Jika H2O sebanyak 45 gram, maka gram Hidrogen dan gram Oksigen adalah sebanyak….
a. 45 dan 5 c. 5 dan 8
b. 40 dan 5 d. 5 dan 9
c. 45 dan 8

16. Berdasarkan persamaam reaksi (pada t,p) sama :
.... ....MnO2 + HCl MnCl2 + H2O + Cl2
Maka perbandingan volumenya adalah….
a. 1, 2, 1, 4, 1 d. 1, 4, 1, 1, 2
b. 1, 4, 1, 2, 1 e. 2, 1, 1, 4, 1
c. 2, 1, 4, 1, 1

18. Diketahui Ar Ca = 40; P = 31; O = 16; N = 14 dan H = 1, maka kandungan posfor terbanyak terdapat dalam senyawa ....
a. Ca3(PO4)2 d. Ca(H2PO4)2
b. NH4H2PO4 e. CaHPO4
c. (NH4)2HPO4

19. Persamaan reaksi : C2H4 (g) + O2 (g)  CO2 (g) + H2O(g) . Perbandingan volum gas-gas dari reaktan dan produk pada suhu dan tekanan yang sama adalah ....
a. 2 : 5 : 4 : 2 d. 1 : 1 : 2 : 1
b. 2 : 5 : 3 : 3 e. 1 : 1 : 1 : 1
c. 1 : 3 : 2 : 2

20. Pada reaksi pembakaran sempurna gas etuna, C2H2 menurut reaksi:
C2H2 (g) + O2 (g)  CO2 (g) + H2O (g)
Perbandingan volum gas yang bereaksi adalah ....
a. 2 : 5 : 4 : 2 d. 1 : 1 : 2 : 1
b. 2 : 5 : 3 : 3 e. 1 : 1 : 1 : 1
c. 1 : 3 : 2 : 2

21. Jika diketahui Ar Fe = 56, S = 32 dan O = 16, maka massa besi yang terdapat dalam 4 gr Fe2(SO4)3 adalah ....
a. 4, 00 gr d. 0,56 gr
b. 1,12 gr e. 0,28 gr
c. 0,01 gr

22. Pupuk yang mempunyai persentase nitrogen tertinggi adalah .... (Ar Na = 23, O = 16, N = 14, C = 12, K = 39, dan H = 1)
a. NaNO3 d. NH2CONH2
b. NH4NO3 e. NH4NH2
c. NH4NO2

23. Pupuk kimia yang mengandung posfor terbanyak adalah (Ar P = 31) ....
a. Na2HPO4 (Mr = 142) d. Ca (H2PO4) (Mr = 234)
b. NH4H2PO4 (Mr = 115) e. Ca3(PO4)2 (Mr = 310)
c. NaH2PO4 (Mr = 120)

24. 0,5 mol mg direaksikan dengan 500 mL HCl 2 M menurut persamaan reaksi: Mg (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2 (g) Volum gas yang terbentuk pada STP adalah ....
a. 1,12 liter d. 11,20 liter
b. 2.24 liter e. 22,40 liter
c. 15,60 liter

25. Pada pembakaran campuran 4 gram serbuk magnesium dihasilkan 5 gram magnesium oksida, maka kadar kemurnian serbuk magnesium adalah ....
a. 25 % d. 75 %
b. 40 % e. 89 %
c. 50 %

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar